Tahu Pong Semarang

Tahu pong

semarang merupakan salah satu kota yang dahulu didatangi oleh Negara Cina, yang sampai akhirnya kebudayaan Cina secara tidak langsung masuk ke pulau Jawa dan membaur, sehingga menjadi sebuah budaya yang sering kita dengar dengan istilah budaya peranakan. Dari budaya peranakan ini, kota Semarang menjadi semakin kaya akan tempat wisata peranakan dan juga kuliner yang dihadirkan oleh budaya Jawa – Cina.Untuk kuliner sendiri, kedatangan orang Tiongkok yang membawa resep khasnya, sampai akhirnya dimodifikasi menjadi sebuah resep yang sesuai dengan lidah orang Jawa. Seperti misalnya Soto Bangkong dan Lunpia Gang Lombok. Kedua resep tersebut asal muasalnya dari Tiongkok, yang setelah masuk ke pulau Jawa mengalami perubahan penyesuaian dengan lidah lokal.

Tahu Pong merupakan kuliner khas dari kota Semarang yang sudah dikenal sejak awal tahun 1930an, dan bisa dikatakan ini juga merupakan resep akulturasi dari budaya peranakan. Tahu pong berasal dari kata kopong yang artinya kosong, yaitu tahu yang ketika kita iris didalamnya kosong tanpa ada isinya. Namun ada juga yang menyebutkan asal pong itu berasal dari bahasa Hokkian selatan, phong, yang artinya menggembung, sesuai dengan bentuk tahu tersebut menggembung. Dan tahu sendiri pada jaman dulu merupakan makanan khas Cina yang dalam bahasa Hokkian penyebutannya adalah tauhu.

Tahu goreng ini mengalami modifikasi yang menjadi rekomendasi para penikmat kuliner. Diantaranya adalah Tahu Komplit yang berisi pong, emplek, gimbal dan telor. Tahu Kopyok Telor dan Tahu Pong Gimbal Telor.

Penyajiannya pun sederhana sekali, ketika kita datang dan memesannya, tahu pong, gimbal dan telor kemudian digoreng matang, setelah itu dipotong-potong dan dihidangkan ke dalam sebuah piring. Dan untuk campurannya, disediakan kuah petis yang sudah dibumbui yang kemudian apabila menghendaki lebih pedas, ada Lombok hijau yang sudah diulek dan tinggal dicampurkan sesuai keinginan kita, dan sebagai penyeimbang rasa, disediakan acar timun.

Rasanya kuah tersebut manis menyegarkan, ditambah lagi dengan tahu pong dan gimbal atau telor. Untuk satu porsi ini sebenarnya cukup mengenyangkan, akan tetapi buat yang belum kenyang, menu ini bisa dikombinasikan dengan nasi putih, dan semua kembali ke selera masing-masing sebenarnya.